Panen tembakau petani temanggung tahun ini benar-benar membawa angin segar bagi para petani,pasalnya harga tembakau kali ini lumayan tinggi di banding tahun kemarin,yaitu berkisaran ±Rp.40.000/kg sampai dengan ±:Rp.55.000 untuk tembakau biasa yang berkuwalitas bagus bukan srintil.
Menurut para petani kenaikan harga tembakau di sebabkan kurangnya daun tembakau yang di hasilkan dari tanaman mereka,faktor tersebut di karenakan sulitnya saat penanaman benih,yang waktu itu sedang musim penghujan,banyak benih tembakau yang mati dan gagal panen,penyebab yang lain adalah masih banyak para petani yang trauma harga tembakau tahun lalu,membuat mereka mengurungkan niat untuk menanam tembakau dan memilih menanam yang lain,seperti sayuran dan lainya.
oleh sebab itu tahun ini lonjakan harga tembakau memberikan kegembiraan tersendiri bagi para petani
walaupun mereka kelelahan namun tetap bersemangat untuk mengolahnya.
Sudah hal yang
umum,mengolah tembakau benar-benar membutuhkan waktu yang extra,bagai mana tidak?
jika pada malam hari antara jam 24:00 atau 02:00 harus bersiap untuk merajang/iris daun tembakau hingga berjam-jam,pekerjaan ini biasanya lakukan oleh para laki-laki sedangkan para wanitanya nganjang,yaitu menyusun daun tembakau yang sudah di rajang di rigen (tempat penjemuran tembakau),dengan bercanda dan tawa sehingga rasa mengantuk sirna,sebagian laki-laki bertugas mengangkat rigen-rigen untuk di pindah ke lokasi penjemuran,yang biasanya sudah di tentukan,jika selesai akan terlihat rigen-rigen yang berjajar dengan rapi.
"Merajang sudah selesai,istirahat sebentar"untuk para wanita terutama ibu-ibu langsung mengurusi dapur dan anak-anak yang hendak pergi sekolah.
sedangkan untuk laki-laki pergi ke ladang untuk memetik daun tembakau hingga cukup untuk satu rajangan,biasanya siang hari baru selesai dan langsung di langsir alias angkut sampai di rumah.
Setelah istirahat mereka langsung menuju ke penjemuran dan membalik jemuran tembakau,agar kadar kekeringan merata.
"Belum selesai disini" Masih ada pekerjaan lagi yaitu menyusun lembaran-lembaran daun-daun tembakau dan di ikat menjadi bongkoan kecil-kecil,lalu di letakan di pengimbuan,di susun berjejer di imbu atau peram sampai daun tembakau menguning dengan sempurna.
sore harinya langsung bergegas kepenjemuran tembakau untuk di angkat,lalu digunlung kecil-kecil dan di masukan kedalam keranjang khusus,dan siap di jual.
Capek banget kan?
"bravo pak tani"
hahaha...bravo pak tani juga...
BalasHapusSalam kenal....
Kapan2 maen ke blog gw y...
Lowongan Kerja di update tiap hari (Freelance, Fresh Graduate, Employee) .......KLIK DISINI
Wah,kok saya tidak bisa masuk ke blog mas aNdi,apa mungkin setting profil berbagi lum aktif punya mas?
BalasHapusAyooo kita tulis terus tentang Temanggung, biar asyik........
BalasHapusAyo..!
BalasHapuspokok'e temanggung tetap bersenyum.